Senin, 05 Desember 2016

Subhanallah! Di Al-Quran Hanya Ada 2 Surat yang Terdapat Ayat "212", Dan Isinya Sangat Pas

Subhanallah! Di Al-Quran Hanya Ada 2 Surat yang Terdapat Ayat "212", Dan Isinya Sangat Pas
Berita Islam 24H - Subhanallah... Ternyata di dalam Al-Quran yang terdiri dari 114 Surat, ayat "212" hanya ada dalam 2 Surat, yakni di Surat Al-Baqarah dan Surat Asy-Syu'ara.
Dan isinya sangat pas dengan Aksi Bela Al-Quran 212.
Surat Al-Baqarah: 212
زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا ۘ وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
"Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas." (QS Al-Baqarah: 212)
Allah SWT menerangkan tentang perilaku orang kafir yang suka menghina orang-orang yang beriman, menghina para ulama, membully MUI, minta dibubarkan, dll. Walau dihina, direndahkan, dinyinyir dibully, Allah beri kabar gembira kedudukan yang mulia di akhirat adalah bagi yang bertaqwa.
Allah SWT juga memberi kabar gembira dengan rizki tanpa batas... dan betapa pada Aksi 212 membuktikan rizki/hidangan begitu berlimpah. Ada penjual donat yang ikhlas menggratiskan daganannya,,, Allah langsung beri rizki berlimpah bagi pedagang donat. Dagangan senilai Rp 200ribu, ikhlas digratiskan untuk peserta Aksi 212, langsung Allah ganti Rp 2 juta lewat tangan-tangan muhsinin. Subhanallah...
Surat Asy-Syu'ara: 212
إِنَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّمۡعِ لَمَعۡزُولُونَ
"Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan daripada mendengar Al Qur’an itu." (QS Asy-Syu'ara[26]: 212)
Ayat ini sangat pas. Bahwa Al-Quran akan dijauhkan dari golongan Setan.
Selami rangkaian ayat-ayat sebelumnya...
210. Dan Al Qur’an itu bukanlah dibawa turun oleh syaitan-syaitan.
211. Dan tidaklah patut mereka membawa turun Al Qur’an itu, dan merekapun tidak akan kuasa.
212. Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan daripada mendengar Al Qur’an itu.
Mereka kepanasan ketika Al-Quran disampaikan. Ketika para ulama mendakwahkan Al-Quran surat Al-Maidah 51, mereka menuduh Al-Quran adalah alat kebohongan. Mereka menghina Al-Quran dan menghina yang mendakwahkan Al-Quran. Mereka benar-benar dijauhkan daripada Al-Quran. Dan mereka akan dihinakan di dunia dan akhirat. Saksikanlah!
Maha benar Allah dengan segala FirmanNya. [beritaislam24h.net / ppc]

Rabu, 23 November 2016



SEJARAH MASUKNYA  AGAMA ISLAM DI INDONESIA



A.LATAR BELAKANG
          Sejarah masuknya agama Islam di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh dakwah yang di lakukan oleh Rasullah s.a.w pada masanya dan dilanjutkan oleh penerus-penerusnya yang selalu berkeinginan agar Islam tetap eksis (hidup) dan terus berkembang di muka bumi. Kewajiban dakwah merupakan suatu kewajiban yang telah Allah perintahkan kepada kita semua sebagai umat islam untuk menyampaikan risalah kebenaran islam. Pada hakikatnya, dakwah bukan hanya kewajiban nabi ataupun para Rasul yang mempunyai amanah khusus untuk menyampaikan setiap kebenaran dan ketauhidan Allah, namun juga menjadi kewajiban setiap umat islam yang mempercayai dan meyakini akan kebenaran islam sebagai Rahmatan lil alamin. Sehingga, islam tidak hanya dipandang dari satu sisi saja melainkan berbagai tinjauan yang akan mengantarkan kita kepada pemahaman yang menyeluruh. Dan salah satu media yang bisa kita gunakan untuk menyampaikan risalah kebenaran islam ialah melalui dakwah.
          Dakwah islam sudah dimulai saat pertama kali Nabi Nabi Muhammad menerima washilah ataupun tanggung jawab untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan dan kejahiliyyahan hidup yang pada saat itu telah mencapai klimaks kegelapan yang mencekam. Allah memerintahkan Rasulullah supaya menyampaikan kebenaran risalah tentang keesaan Allah. Bukan hanya itu, Rasulullah diperintahkan untuk mengenalkan aturan hidup yang jelas bagi umat manusia. Dan aturan-aturan hidup yang Allah maksudkan adalah islam sebagai dinnullah yang termaktub dalam konsep wahyu berupa Al-qur’an.
          Islam merupakan salah satu agama besar di dunia saat ini. Agama ini lahir dan berkembang di tanah Arab. Pendirinya ialah Nabi Muhammad. Agama ini lahir salah satunya sebagai reaksi atas rendahnya moral manusia pada saat itu. Manusia pada saat itu hidup dalam keadaan moral yang rendah dan kebodohan (jahiliah). Mereka sudah tidak lagi mengindahkan ajaran-ajaran nabi-nabi sebelumnya. Hal itu menyebabkan manusia berada pada titik terendah. Penyembahan berhala, pembunuhan, perzinahan, dan tindakan rendah lainnya merajalela.


          Islam mulai disiarkan sekitar tahun 612 di Mekkah. Karena penyebaran agama baru ini mendapat tantangan dari lingkungannya, Muhammad kemudian pindah (hijrah) ke Madinah pada tahun 621. Dari sinilah Islam berkembang ke seluruh dunia. Muhammad mendirikan wilayah kekuasaannya di Madinah. Pemerintahannya didasarkan pada pemerintahan Islam. Muhammad kemudian berusaha menyebarluaskan Islam dengan memperluas wilayahnya.
          Setelah Muhammad wafat pada tahun 632, proses menyebarluaskan Islam dilanjutkan oleh para kalifah yang ditunjuk Muhammad. Sampai tahun 750, wilayah Islam telah meliputi Jazirah Arab, Palestina, Afrika Utara, Irak, Suriah, Persia, Mesir, Sisilia, Spanyol, Asia Kecil, Rusia, Afganistan, dan daerah-daerah di Asia Tengah. Pada masa ini yang memerintah ialah Bani Umayyah dengan ibu kota Damaskus.
          Pada tahun 750, Bani Umayyah dikalahkan oleh Bani Abbasiyah yang kemudian memerintah sampai tahun 1258 dengan ibu kota di Baghdad. Pada masa ini, tidak banyak dilakukan perluasan wilayah kekuasaan. Konsentrasi lebih pada pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan peradaban Islam. Baghdad menjadi pusat perdagangan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
         Setelah pemerintahan Bani Abbasiyah, kekuasaan Islam terpecah. Perpecahan ini mengakibatkan banyak wilayah yang memisahkan diri. Akibatnya, penyebaran Islam dilakukan secara perorangan. Agama ini dapat berkembang dengan cepat karena Islam mengatur hubungan manusia dan TUHAN. Islam disebarluaskan tanpa paksaan kepada setiap orang untuk memeluknya.

Senin, 14 November 2016

Kapolri Persilakan Demo 25 November Asal Tidak Ditunggangi Kepentingan

Kapolri Tito Karnavian. Foto Antara
Kapolri Tito Karnavian. Foto Antara
JAKARTA - Beredar informasi akan ada aksi unjuk rasa besar-besaran "Bela Islam jilid III" pada 25 November 2016 mendatang. Bahkan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengatakan, Muslim di Jawa Barat bisa saja menurunkan 5 juta umat Islam untuk turun menuntut proses hukum Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Menanggapi hal itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mempersilakan aksi unjuk rasa tersebut digelar. Namun demo jangan sampai ditunggangi oleh agenda lain yang inkonstitusional.
BERITA REKOMENDASI

"Kalau agendanya mengenai permasalahan dugaan penodaan agama, dudukkan proporsinya pada masalah hukum. Tetapi jangan kemudian ditunggangi atau ada agenda lain yang inkonstitusional," kata Tito di Kampus Trisakti Petamburan, Grogol, Jakarta Barat, Sabtu 12 November 2016.
Ia menambahkan, jika massa demo terlalu besar, seringkali di luar kontrol. Pasalnya massa diprediksi sudah bercampur dengan agenda yang berbeda-beda.
Oleh karena itu, kata Tito, silakan saja menyampaikan pendapat dengan cara yang sudah masuk dalam konstitusi.
"Jadi tetap sampaikan pendapat atau perasaan unjuk rasa tapi dengan cara-cara yang konstitusional, sekiranya itu yang paling penting," lanjutnya.
Sekedar informasi beredar isu akan ada aksi unjuk rasa susulan layaknya demo pada Jumat 4 November yang meminta agar Ahok diproses hukum atas kasus dugaan penistaan agama.
Aksi 25 November ini dikabarkan menunggu hasil gelar perkara kasus Ahok ini dibeberkan Polri pada Selasa, 15 November 2016.

Ahok Tak Hadiri Gelar Perkara Kasus Penistaan Agama di Mabes Polri

post-feature-image

POS-METRO.COM - Bareskrim Polri melakukan gelar perkara terbuka kasus dugaan penistaan agama diduga dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama, hari ini. Rencananya, gelar perkara akan dimulai pukul 09.00 Wib.
Ahok, sapaan Basuki, mengaku tidak akan menghadiri gelar perkara buntut dari ucapannya menyinggung Surah Al Maidah ayah 51.
"Tidak hadir," katanya melalui pesan singkat yang diterima wartawan, Selasa (15/11).
Sayangnya, Ahok tak menjelaskan alasan dirinya tak hadir. Dia juga tidak menjelaskan kegiatannya har ini.
Seperti diketahui, Bareskrim juga mengirimkan undangan ke Kompolnas, Ombudsman, Komisi III untuk menghadiri gelar perkara ini. Sayang Komisi III menolak hadir.
"Surat sudah diluncurkan ke Kompolnas, Ombudsman, DPR Komisi III yang eksternal mereka pemantau dan pengawas terbuka mewakili masyarakat untuk buktikan polisi profesional," kata Kabareskrim, Komjen Ari Dono Sukmanto, di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Senin (14/11).


Terpisah Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar, mengatakan, dalam gelar perkara itu, ada 20 saksi ahli yang bakal dihadirkan. Selain itu, dari pihak Internal Polri semisal Propam, Irwasum, Biro Wasidik dan penyidik bakal hadir dalam gelar perkara tersebut.
"Kalau dari eksternal, Kompolnas, Ombudsman kemudian ada undangan untuk Komisi III DPR RI untuk menjadi pengawas. Jadi tidak ikut dinamika gelar perkaranya, lebih pengawas dalam melihat kegiatan," ujar Boy.
Diklaim mantan Kapolda Banten itu, formasi gelar perkara kasus penistaan agama itu berbeda dari sebelumnya. Di mana dari unsur pengawasan eksternal diperkuat untuk mengawasi jalannya gelar perkara kasus tersebut.
"Gambarannya seperti ini, pertama pembukaan oleh pimpinan gelar. Pimpinan gelar ini adalah Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono," jelas dia. (ma)

Jadi Saksi Ahli Ahok, Syekh Besar Al-Azhar Perintahkan Amru Wardhani Pulang Sesegera Mungkin.

post-feature-image

POSMETRO INFO - Pendamping dan perancang kunjungan Grand Syaikh ke Indonesia pada Februari 2016 lalu, Anizar Masyhadi dalam pesan singkatnya  mengungkapkan, ia telah menghubungi  penasihat Grand Syaikh Muhammad Abdussalam dari Masyikhoh Al Azhar. 
"Grand Syekh meminta dan memerintahkan kepada Grand Mufti Mesir untuk memanggil pulang Syaikh Amru Wardani dengan sesegera mungkin, dan tidak ikut mencampuri urusan dalam negeri Indonesia," tulis Anizar dalam pesannya di grup Al Azhar dan telah dikonfirmasi Republika.co.id, Senin (14/11).  


Bahkan, sambung Anizar, Grand Syaikh Al Azhar Prof. Dr. Ahmad Thayyib sama sekali tidak tahu menahu tentang kunjungan Syaikh Amru Wardani ke Indonesia
Syekh Amr adalah ulama yang tergabung dalam organisasi Daarul Ifta di Mesir. Organisasi itu dikenal karena pernah mengeluarkan  fatwa yang membolehkan nonmuslim memimpin kaum muslimin.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan atas nama Mahdi Alkaaf dari FPI Mesir, disebutkan, Syekh Amr diundang oleh pemerintah Indonesia sebagai saksi ahli kasus Ahok untuk menafsirkan surat Al Maidah ayat 51. Dia dikabarkan akan didampingi penerjemah Prof .Dr. Amany Lubis.[republika]

Dilarang Campur Tangan Urusan Indonesia, Al Azhar Perintahkan Syeikh Amr Wardani untuk Segera Pulang Kembali ke Mesir

Islamedia - Grand Syeikh alAzhar Prof Dr. Ahmad Thayyib akhirnya memerintahkan Syeikh Amr Wardani untuk segera pulang kembali ke Mesir dan tidak ikut campur dengan persoalan internal Indonesia.
Informasi ini disampaikan oleh Pendamping dan perancang kunjungan Grand Syekh ke Indonesia pada Februari 2016 lalu, Anizar Masyhadi, senin(14/11/2016).

Anizar Masyhadi menjelaskan bahwa dirinya telah menghubungi penasihat Grand Syekh Muhammad Abdussalam dari Masyikhoh Al Azhar. 

"Grand Syekh meminta dan memerintahkan kepada Grand Mufti Mesir untuk memanggil pulang Syekh Amr Wardani dengan sesegera mungkin, dan tidak ikut mencampuri urusan dalam negeri Indonesia," tulis Anizar dalam pesannya di grup Al Azhar.

Menurut Anizar, Grand Syekh Al Azhar Prof Dr Ahmad Thayyib sama sekali tidak tahu menahu tentang kunjungan Syekh Amr Wardani ke Indonesia. 

Syekh Amr adalah ulama yang tergabung dalam organisasi Daarul Ifta di Mesir. Organisasi itu dikenal karena pernah mengeluarkan fatwa yang membolehkan non-Muslim memimpin kaum Muslimin.[islamedia.id]